Harapku Padamu

kau itu gemintang pada rinduku yang sinarnya adalah harapan dari segala cinta..
padamulah aku disini menanti dibentang cakrawala birunya pemandu jiwajiwa..
aku titipkan salam pada kepakan seribu awan dalam pintas angan yang membayu..
aku rindu seperti saat bertemu dimana kala itu kau bertamu dihatiku..
jangan usai sayang.. jangan, kaulah satusatu nya harapanku..
kaulah tumpuan hidupku hingga menua..
ketika pucukpucuk kita tak lagi muda..
kaulah harapan dijejaring impian yang kelok jalannya tertempuh hingga waktu takdir berkehendak..
tak urung kuhapus jejak kita disatu lingkaran yang tengahnya bertulis prasasti memuja..
ada namaku dan namamu disatu bingkisan yang menjadi kenangan disetaman harapan kita..
lihatlah sayang pada lelangit biru..
berapakah sudah banyaknya doa kupanjatkan hanya untuk kita.. ya, hanya untuk kita..
karena harapanku padamu begitu syahdu hingga ajal ada padaku..
begitu banyak arak telah kutenggak..
entah ini kemabukanku yang keberapa kali dan kali ini aku pun menenggaknya kembali..
kau buat aku tak peduli pada sepi..
kau buat aku tak berdaya sendiri..
aku kagumi kau selayak bunga dimusim semi..
ditatihku aku menepi pada mimpi akan dirimu..
disini wahai kekasih hati..

Iklan

5 responses to this post.

  1. Posted by jie on Juni 9, 2010 at 4:27 pm

    i like this poem as it really touches me…. guess this poem reflects my feeling at this very moment… that is why i somehow feel connected to it..

  2. thank Jie .. what I write is just an allegory of the feelings I’ve ever experienced..

  3. Posted by jiemoonchild on Juli 20, 2010 at 4:01 pm

    then, you must be grateful that you’re able to express your feeling or rather, experiences on a piece of paper..
    whatever it is, be it your experience or mere ideas that just came flourishing your mind, it is still a beautiful poem and i sincerely like it..~

  4. Posted by jiemoonchild on Juli 22, 2010 at 12:28 pm

    yeap…sharing is caring, rite?? and hopefully, it can generate more ideas or simply opens up to new perspective.. either way, we can learn much from each other, rite??

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: